CALON BIDAN MUDA SIAP RANGKUL DUKUN BAYI

Probolinggo,
Jurnalis Warga – Deasy Fitri, Mahasiswa Akademi Kebidanan STIKES
Hafsawati – PP. Zainul Hasan Genggong menyatakan siap melakukan kerja,
kolaborasi dan berbagi tugas dengan dengan Dukun Bayi demi suksesnya
Persalinan Aman, Inisiasi Menyusu Dini dan Asi Eksklusif di Kabupaten
Probolinggo bahkan dimanapun kelak Deasy ditugaskan (22/06). Pada pra
kondisi praktek di Rumah Sakit Dr. Moch. Saleh Probolinggo, Deasy juga
menjelaskan sebenarnya secara formal Pemerintah sudah melarang praktek
Dukun Bayi dalam persalinan tetapi fakta dilapangan masih marak terjadi,
sudah menjadi tradisi dan budaya sebagian masyarakat kita di pedesaan
untuk meminta bantuan Dukun Bayi jika melahirkan. Terkait adanya keluhan
Dukun Bayi dengan sikap beberapa Bidan Muda yang terkesan sombong,
Deasy memberikan klarifikasi bahwa tidak sepantasnya Bidan bersikap
seperti itu. Secara jujur Desay mengakui sikap sombong, suka membentak
pasien, tidak memiliki empati, tidak perhatian menjadi topik hangat yang
dibicarakan oleh kalangan Bidan, Dukun Bayi maupun masyarakat luas dan
seharusnya sikap-sikap seperti dihilangkan, karena Bidan dituntut
profesional dalam arti yang sesungguhnya, profesional dengan skill
(kemampuan), profesional dengan ilmunya, profesional dengan profesinya
dengan dilandasi iman yang kokoh dan akhlaq yang baik, Deasy menjelaskan
penuh semangat.
Kegiatan praktek mahasiswa Akademi Kebidanan
STIKES Hafsawati - Genggong yang akan dilaksanakan sebulan diikuti 14
mahasiswa dan 2 (dua) kelompok yang lain praktek di Rumah Sakit Waluyo
Jati – Kraksaan dan RSUD Tongas Probolinggo. Mahasiswa Akademi Kebidanan
STIKES Hafsawati – Genggong berasal dari berbagai daerah di Indonesia,
seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT dan Bali. Keragaman itu
membuat mereka lebih banyak belajar dan saling berinteraksi secara
budaya untuk bersama-sama mengembangkan sikap-sikap persaudaraan dan
persatuan serta cinta kasih dalam balutan nilai-nilai keislaman yang
universal.
Pada kesempatan berbeda, Fitri Umami asal mahasiswa
Akademi Kebidanan STIKES Hafsawati – Genggong asal Bali juga menjelaskan
bahwa dirinya jauh-jauh Kuliah di STIKES Hafsawati – Genggong,
berangkat dari Hadits Nabi Muhammad SAW “ Carilah Ilmu sampai ke Negeri
Cina “, sebuah anjuran Nabi SAW yang memiliki kekuatan filosofis
dahsyat agar umatnya rajin menuntut ilmu ke negeri manapun di dunia ini
untuk kemanfaatan alam dan manusia. Terkait tujuan mulia profesi Bidan
Umami juga mengungkapkan bahwa Bidan itu harus melayani dengan hati,
menjadi teman bagi pasien, mampu memberi semangat hidup dan memiliki
budi pekerti yang santun sehingga tidak menyakiti pasien maupun keluarga
pasien yang berkunjung untuk tugas jaga. Bahkan lebih jauh Umami yang
Muslim akan dengan senang hati melayani saudara-saudaranya yang Hindu di
Bali saat bertugas kelak, karena Bidan tidak boleh diskriminatif,
apalagi membeda-bedakan suku, agama maupun ras. Bidan milik semua pasien
yang mebutuhkan jasanya, ungkapnya bijak. (JW BUKHARI-Kab, Probolinggo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar