Selasa, 25 Juni 2013

CALON BIDAN MUDA SIAP RANGKUL DUKUN BAYI

Probolinggo, Jurnalis Warga – Deasy Fitri, Mahasiswa Akademi Kebidanan STIKES Hafsawati – PP. Zainul Hasan Genggong menyatakan siap melakukan kerja, kolaborasi dan berbagi tugas dengan dengan Dukun Bayi demi suksesnya Persalinan Aman, Inisiasi Menyusu Dini dan Asi Eksklusif di Kabupaten Probolinggo bahkan dimanapun kelak Deasy ditugaskan (22/06). Pada pra kondisi praktek di Rumah Sakit Dr. Moch. Saleh Probolinggo, Deasy juga menjelaskan sebenarnya secara formal Pemerintah sudah melarang praktek Dukun Bayi dalam persalinan tetapi fakta dilapangan masih marak terjadi, sudah menjadi tradisi dan budaya sebagian masyarakat kita di pedesaan untuk meminta bantuan Dukun Bayi jika melahirkan. Terkait adanya keluhan Dukun Bayi dengan sikap beberapa Bidan Muda yang terkesan sombong, Deasy memberikan klarifikasi bahwa tidak sepantasnya Bidan bersikap seperti itu. Secara jujur Desay mengakui sikap sombong, suka membentak pasien, tidak memiliki empati, tidak perhatian menjadi topik hangat yang dibicarakan oleh kalangan Bidan, Dukun Bayi maupun masyarakat luas dan seharusnya sikap-sikap seperti dihilangkan, karena Bidan dituntut profesional dalam arti yang sesungguhnya, profesional dengan skill (kemampuan), profesional dengan ilmunya, profesional dengan profesinya dengan dilandasi iman yang kokoh dan akhlaq yang baik, Deasy menjelaskan penuh semangat.
Kegiatan praktek mahasiswa Akademi Kebidanan STIKES Hafsawati - Genggong yang akan dilaksanakan sebulan diikuti 14 mahasiswa dan 2 (dua) kelompok yang lain praktek di Rumah Sakit Waluyo Jati – Kraksaan dan RSUD Tongas Probolinggo. Mahasiswa Akademi Kebidanan STIKES Hafsawati – Genggong berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, NTB, NTT dan Bali. Keragaman itu membuat mereka lebih banyak belajar dan saling berinteraksi secara budaya untuk bersama-sama mengembangkan sikap-sikap persaudaraan dan persatuan serta cinta kasih dalam balutan nilai-nilai keislaman yang universal.
Pada kesempatan berbeda, Fitri Umami asal mahasiswa Akademi Kebidanan STIKES Hafsawati – Genggong asal Bali juga menjelaskan bahwa dirinya jauh-jauh Kuliah di STIKES Hafsawati – Genggong, berangkat dari Hadits Nabi Muhammad SAW “ Carilah Ilmu sampai ke Negeri Cina “, sebuah anjuran Nabi SAW yang memiliki kekuatan filosofis dahsyat agar umatnya rajin menuntut ilmu ke negeri manapun di dunia ini untuk kemanfaatan alam dan manusia. Terkait tujuan mulia profesi Bidan Umami juga mengungkapkan bahwa Bidan itu harus melayani dengan hati, menjadi teman bagi pasien, mampu memberi semangat hidup dan memiliki budi pekerti yang santun sehingga tidak menyakiti pasien maupun keluarga pasien yang berkunjung untuk tugas jaga. Bahkan lebih jauh Umami yang Muslim akan dengan senang hati melayani saudara-saudaranya yang Hindu di Bali saat bertugas kelak, karena Bidan tidak boleh diskriminatif, apalagi membeda-bedakan suku, agama maupun ras. Bidan milik semua pasien yang mebutuhkan jasanya, ungkapnya bijak. (JW BUKHARI-Kab, Probolinggo)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar