Probolinggokab, JW Komunitas – Bimbingan Teknis Kurikulum 13 digelar di
Ruang Laboratorium Bahasa MTs. Zainul Irsyad Desa Warujinggo Kecamatan
Leces Kabupaten Probolinggo (13/08). Berbagai permasalahan muncul dalam
sesi diskusi, mulai dari buku petunjuk teknis K13, buku penunjang
pembelajaran yang belum terdistribusi ke sekolah , kesiapan siswa,
kesiapan guru dan kesiapan sekolah yang masih rendah menjadi PR besar
bagi semua civitas MTs. Zainul Irsyad
Leces Kabupaten Probolinggo. “ memang berat merangkum materi bimbingan
teknis K13 dalam 1 hari kegiatan, seharusnya 3-4 hari “ kata Ustadz
Musyafi’ pemateri Bimtek K13.
Jumat, 15 Agustus 2014
DISPERINDAG TURUN GUNUNG “ UKM KAGET “
Probolinggo, Komunitas JW – Rombongan Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Kabupaten Probolinggo, didampingi Kasie Perekonomian
Kecamatan Dringu dan Perangkat Desa mengunjungi Usaha Mikro Kecil
Menengah (UKM) Desa Dringu, Blok Pesisir (15/08). Rata-rata pengusaha
Kripik Usus yang kedatangan tamu dadakan tersebut , kedatangan
Disperindag Kabupaten Probolinggo sejatinya melakukan survey Kelompok
UKM yang potensial untuk dilakukan pembinaan.
“ kami mendapat instruksi langsung dari Kepala Dinas, untuk melakukan
survey dan berdialog dengan Kelompok UKM mengenai kebutuhan mereka,
intinya kami siap membantu “, kata Anjar Kabid Industri Disperindag. Ada
4 (empat) kelompok UKM Kripik Usus, yang eksis memproduksi kripik usus
ayam di Blok Pesisir Desa Dringu Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.
HAMPIR MATI DIPANAH SEPARATIS PAPUA MERDEKA, PULANG KAMPUNG BUKA USAHA KRIPIK USUS
Probolinggo, JW Komunitas – menjadi seorang ayah dengan 2 (dua)
orang anak menuntut Slamet (33 Tahun) harus merantau ke Papua, konon
penghidupan sebagai “ tukang ojek “ sangat menjanjikan penghasilan
besar. Bahkan bisa tembus 400 ribu perhari. Dengan tekad membaja Slamet
berangkat ke Papua bermodal hasil penjualan kambing piaraannya. Bukan
penghasilan besar yang didapat Slamet tetapi justru nyawanya
hampir saja melayang karena dikejar Separatis Papua Merdeka, untung
saja dia bisa meloloskan diri ke tempat aman. Hanya bertahan 3 bulan
Slamet kembali ke kampung halamannya, Pesisir Dringu Kecamatan Dringu
Kabupaten Probolinggo.
KALI “BOKONG” WC TERPANJANG DI KABUPATEN PROBOLINGGO
Kabupaten Probolinggo- Sepanjang sungai pekalen yang mengalintasi
Kecamatan Maron, Banyuanyar serta Tegal siwalan dikenal dengan sebutan
Kali Bokong. Sungai yang berdampingan dengan jalan raya antar kecamatan
tersebut dipergunakan sebagian masyarakat sekitar untuk Mandi, Cuci,
Kakus (MCK). Mudah sekali menemukan masyarakat yang melakukan MCK
disungai terutama pada pagi hari dan sore hari, bukan hanya manusia
hewan peliharaan seperti sapi juga di mandikan disungai.
Selasa, 22 Juli 2014
PENJAGA LOKET “HILANG” PASIEN TERABAIKAN
Probolinggo, Jurnalis Warga – Petugas loket Puskesmas Krucil sering
meninggalkan tempat (23/06). Hal tersebut berakibat pada lemahnya
pelayanan pada pasien yang melakukan registrasi. Sawi (50) pasien asal
Desa Krucil mengeluhkan lambatnya pelayanan loket. Menurut Murdiyanto,
petugas poli gigi bahwa terjadinya kekosongan petugas loket diakibatkan
adanya dobel job. “ selain menjadi petugas loket terkadang juga harus
menjadi sopir ambulan mas “ tegas Murdiyanto.
PUSKAKOM SURABAYA ‘LAHIRKAN’ JURNALIS WARGA KABUPATEN PROBOLINGGO ANGKATAN KEDUA
Kecamatan Krucil (23/05), Pusat Kajian Komunikasi (PUSKAKOM)
Surabaya selaku OMP dari program kerjasama Pemerintah Kabupaten Probolinggo
dengan KINERJA-USAID secara resmi melantik 10 personil Jurnalis Warga (JW). Pelantikan
tersebut disampaikan oleh Yayan Sakti Suryandaru ditengah-tengah pelatihan JW
hari kedua, “hari ini saya memBai'at kalian
menjadi Jurnalis Warga” tegasnya.
Pelatihan yang dilaksanakan di Puskesmas Kecamatan Krucil ini diikuti
oleh 10 peserta, yang terdiri dari berbagai warga Kabupaten Probolinggo. di
Puskesmas ini peserta langsung mengaplikasikan materi yang sudah diterima
sebelumnya. Akan tetapi sebelum peserta masuk ke Puskesmas, Yayan
Sakti Suryandaru memberikan pengarahan dalam mencari angle (sudut pandang. red)
berita.
Tanpa satupun peserta yang tidak melakukan wawancara di
Puskesmas tersebut, peserta menyebar keseluruh bagian Puskesmas, mereka
mewawancarai apapun yang ditemui termasuk Bidan, Perawat, petugas loket, ahli
gizi, bahkan tidak segan-segan mewawancari pasien. Ungkapan salah satu peserta
saat ditanya bagaimana perasaan melakukan wawancara dengan pasien, wahyudi
menjawab,”senang bisa melakukan wawancara sehingga bisa menggali informasi dari
pasien sehingga bisa tau bagaimana perasaan pasien mendapatkan pelayanan di
Puskesmas ini” ucapnya.
Peduli Persalinan Aman dan ASI Ekslusif Takmir Masjid Jami’ At-Taubah Kraksaan Bentuk Komunitas Becak Sehat
Bulu Kraksaan- Acara buka bersama sekaligus peresmian
Komunitas Becak Sehat (KBS) di Masjid Jami’ At-Taubah Perum Bulu Indah Kraksaan
diselenggarakan atas kerja sama Takmir
Masjid dan STIKes Nurul Jadid (22/07). Acara tersebut dihadiri 23 anggota
KBS, Struktur takmir serta perwakilan dari STIKes Nurul Jadid. Acara
berlangsung hikmah yang dimana acara dimulai dengan sambutan Ketua takmir
disusul dengan sambutan Ketua STIKes Nurul Jadid, berikutnya pembentukan
struktur, pembacaan tahlil, takjil, sholat magrib jama’ah, berbuka bersama,
foto kartu anggota, dan ditutup dengan pembagian parsel serta kaos anggota KBS.
Menurut Siman selaku ketua remaja masjid mengatakan,”kawasan
di daerah sini dekat dengan pasar dan banyak sekali abang tukang becak,
sehingga takmir masjid mempunyai kewajiban untuk memfasilitasi abang-abang
tukang becak untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan dan tentunya dalam beribadah
dibutuhkan badan yang sehat” jelasnya.
Senada dengan ketua Remas, Ketua STIKes Nurul Jadid H.
Hefniy mengatakan,” sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, STIKes Nurul
Jadid mempunyai kewajiban untuk melaksanakan pengabdian masyarakat dalam konteks
pemberdayaan masyarakat untuk Pola Hidup Bersih dan Sehat. Sasarannya kepada
abang becak, hal ini dikarenakan becak masih sebagai sarana transportasi favorit
bagi masyarakat, sehingga abang becak bisa sebagai sarana menyebarluaskan
informasi kesehatan dan agama yang efektif” jelasnnya.
“Dalam pertemuan rutin nanti akan kita lakukan pembinaan
kesehatan dan kerohaniannya, dalam penyusunan program KBS ini kita arahkan
kepada kesehatan yang dapat membantu Pemerintah dalam mencapai salah satu
indicator MDG’s yaitu tentang persalinan aman dan ASI eksklusif ” Lanjut
mahasiswa Program Doktor Universitas Islam Negeri Malang tersebut.
Dalam musyawarah diputuskan jadwal rutin
pertemuan yaitu 1x / bulan yaitu pada setiap akhir setelah sholat isya’
berjamaah. Menurut ketua KBS terpilih Sapari mengatakan “ siap melaksanakan
amanah ini sebaik-baiknya” ucapnya. KBS Desa Bulu Kraksaan ini merupakan cabang
baru yang dibuka STIKes Nurul Jadid bekerjasama dengan takmir Masjid Jami’
At-Taubah yang sebelumnya ada di Desa Karanganyar Paiton. (JW Kab Prob/ Setiyo)
Langganan:
Postingan (Atom)






