Kamis, 23 Juni 2016

TUNTAS PENDANAAN USAID, KINERJA GANDENG ADB LANJUTKAN PROGRAM DI KABUPATEN PROBOLINGGO




 KRAKSAAN (23/06) - Diana Limanto dalam Sosialisasi kelanjutan program KINERJA – ADB menyampaikan,” program Kinerja USAID di Jawa Timur berakhir sejak Desember 2015, untuk selanjutnya pendanaan USAID dikhususkan di PAPUA. Selama pendanaan program Kinerja USAID di Jawa Timur banyak capaian program, sehingga ADB (Asian Development Bank) memberikan bantuan dana untuk melanjutkan program tersebut” ucapnya.

Selasa, 16 September 2014

H. MUSAYYIB : CSR YTL-JAWA POWER BELUM MERATA

JW Probolinggokab – CSR (Coorporate Service Responsibility) atau dana tanggap sosial dari perusahaan menurut Musayyib (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo) dari Partai Kebangkitan Bangsa belum merata dirasakan masyarakat (10/09). “ saya sudah lama sampaikan tolong halaman puskesmas dan halaman Kantor Camat Paiton di paving, tapi sekarang belum terlaksana, kemana mengalir dana CSR dari PLTU itu”. Kata Musayyib dengan logat Madura yang kental. Lebih lanjut Musayyib mengkritisi kebijakan penyaluran dana tanggap sosial dari YTL-Jawa Power.

KEPALA PUSKESMAS ANTRI UNTUK BERJANJI LAYANI TERBAIK

NingZahro JWprobolinggokab - Kepala-Kepala Puskesmas ini sedang antri untuk melakukan pembacaan janji pelayanan terbaik kepada masyarakat dan bidan-bidan Desa juga bersiap membacakan janji pelayanan sesuai standar SPM Kesehatan. janji tersebut dibacakan di Puskesmas Paiton Kabupaten Probolinggo.

PABRIK TAHU TRADISIONAL PROSPEK BAGUS TAPI “ KUMUH “ ???

JW Kabupaten Probolinggo – Pabrik Tahu yang beroperasi di Desa Curah Tulis Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo ini sudah berdiri sejak 2009 (16/09). Nito (55) menekuni usha tahu tersebut bukan tanpa alasan, pasarnya yang semula hanya kisaran tongas sekarang sudah merambah Pasuruan. “ mbenyak pesenan nderi nguling pasuruan, mas (banyak pesanan dari nguling pasuruan, mas) “.

Rabu, 03 September 2014

MENAKAR EMPATY PEMERINTAH DESA, TERHADAP UKM KRIPIK USUS

Probolinggo, Opini JW Komunitas – Desa Dringu Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo secara geografis sangat potensial untuk pengembangan kawasan budidaya ikan dan pertanian. Sebelah utara berbatasan langsung dengan laut jawa, sebelah timur dengan Desa Kalisalam, sebelah selatan dengan Desa Kedung Dalem dan Sebelah Barat dengan Desa Pabean. Hanya perlu 5 menit untuk menuju Pusat Kota Probolinggo. Saking potensialnya Desa Dringu sempat terdengar kabar akan di bangun Taman Wisata Pantai Terbesar di Kabupaten Probolinggo. Desa yang berpenduduk sekitar 4 ribu jiwa, memiliki potensi UKM yang tinggi. Seperti di Blok Pesisir Desa Dringu, teridentifikasi ada 4 (empat) kelompok UKM Kripik Usus yang aktif berproduksi. 

BUKAN HAL TABU, BICARA KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (KRR-2) Nervous Datang Bulan Pertama

Probolinggo, Jurnalis Warga – Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) terkait persiapan menghadapi “ datang bulan “ atau menstruasi perdana. Sepanjang pengalaman penulis memang tidak ada persiapan secara khusus untuk menyambut “ datang bulan “, tetapi hampir semua remaja mengalami kecenderungan galau berlebihan, nervous, bingung mau ngapain. Penulis secara acak membuat kuisioner dengan menyusun beberapa pertanyaan dan memberikannya kepada beberapa responden di antara teman-teman sekolah penulis sendiri. Hasilnya sungguh mengejutkan beberapa fakta baru tentang masalah menstruasi yang selama ini terungkap tidak sepenuhnya benar. Banyak mitos bahwa datang bulan terjadi ketika perempuan mimpi basah, usia perempuan menginjak 15 tahun, sering makan-makanan yang berlemak, dan pacaran dini.

Kamis, 28 Agustus 2014

PUSKESMAS GLAGAH KABUPATEN PROBOLINGGO TANPA ANGGARAN BENTUK KPASI

KABUPATEN PROBOLINGGO- Tanpa adanya anggaran Puskesmas Gragah Kabupaten Probolinggo bentuk Kelompok Peduli ASI Eksklusif (KPASI). Bagi Kepala Puskesmas Jumadi SKM MSi ini bukan suatu halangan untuk berniat baik. Jumadi menjelaskan alasan kenapa membentuk KPASI,” kita memotret puskesmas apa saja yang masih kurang? didapatkan capaian ASI Eksklusif yang belum mencapai standart, dan tanggapan Perbub nomor 24 tahun 2013 dengan dasar itulah ini yang harus saya lakukan” jelasnya.

DINKES KABUPATEN PROBOLINGGO GENCARKAN MONEV FASILITAS MEMERAH ASI

KABUPATEN PROBOLINGGO (28/08)- Rombongan petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo melakukan Monev (Monitoring dan evaluasi) terhadap sarana memerah ASI di beberapa Puskesmas diantaranya yaitu Puskesmas Krejengan, Wangkal, Maron, dan Ranu gedang. Monev tersebut sudah dilakukan untuk kedua kalinya, yang sebelumnya dilakukan pada 5 lokasi yaitu PT IPMOMI, PT YTL, PJB, Rs. Rizani dan Puskesmas Paiton. 

Selasa, 26 Agustus 2014

KANTOR PERIJINAN, SIAP HADAPI MASYARAKAT EKONOMI ASEAN

KjW Probolinggokab – KPMP (Kantor Penanaman Modal dan Perijinan) Kabupaten Probolinggo menyatakan siap menghadapi Pasar Bebas atau yang lebih dikenal dengan istilah MEA (Masyarakat Ekonomi Asean). Konsekuensi dari kesiapan itu KPMP Kabupaten Probolinggo gencar melakukan sosialisasi tata cara pengurusan perijinan kpeda UMKM, Orkesmas, Organisasi Keagamaan, Akademisi Perguruan Tinggi, Mahasiswa dan Koperasi (25/08).

BUKAN HAL TABU, BICARA KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (Bag 1)

Probolinggo, Jurnalis Warga – Pengetahuan terkait Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dewasa ini sudah menjadi kebutuhan primer, bukan lagi sekunder. Karena Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) adalah kondisi kesehatan secara menyeluruh baik dari sisi system reproduksi, fungsi reproduksi, dan proses reproduksi pada remaja. Terkait mitos masyarakat bahwa berbicara Kesehatan Reproduksi Remaja adalah hal yang tabu, sudah waktunya kita berikan pencerahan. Agar persepsi masyarakat tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang kuno tidak menular kepada generasi muda saat ini.

Hal ini penting untuk kita kampanyekan bersama, sebab KRR yang selama ini dianggap sebagai privacy kaum remaja dan dirahasiakan berakibat pada minimnya pengetahuan remaja terhadap kesehatan reproduksinya. Suatu contoh, tentang bagaimana melakukan persiapan menyambut “ datang bulan “ atau menstruasi perdana yang terjadi pada remaja. Faktanya tidak semua remaja mengetahui tata cara yang benar dan sehat. Justru banyak di kalangan remaja merasa malu untuk bertanya kepada teman sebayanya atau bahkan malu juga bertanya kepada orang tuanya sendiri. 

KRR bukan hanya seputar “ datang bulan “ saja, tetapi juga terkait dengan kehamilan usia dini, penyakit kelamin, perilaku yang berisiko, bahaya HIV dan penyakit menular lainnya. Bisa jadi karena kurangnya pengetahuan remaja terhadap masalah krusial di atas, seringkali mengabaikan dan akibatnya fatal. Bisa tertular, bahkan sampai menimbulkan kematian. Olehnya sebelum terjadi hal-hal mengerikan di atas, para remaja perlu mendapat sosialisasi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), dari pihak-pihak yang berkompeten. Seperti Dinas Kesehatan, IBI (Ikatan Bidan Indonesia), PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia), IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan para pakar seksologi (14/07). (ajeng/jw-kabprobolinggo).

MENYUSUI BAYI DIPERPUSTAKAAN, DIGAJI 225 RIBU SEBULAN

Probolinggo, JW Komunitas – sebut saja namanya Ningsih (22 thn), sudah menjadi rutinitas harianya, kecuali Sabtu-Minggu untuk standby dan siaga dimeja tamu perpustakaan Kelurahan Kedungasem Kecamatan Wonoasih Probolinggo (22/08). Aktivitasnya sebagai ibu muda yang memiliki Bayi mungil, Aisyah (1 Thn) menjaga perpustakaan sambil sesekali menyusui bayinya. Menurut Ningsih, rutinitas tersebut sudah dijalani sejak 2010 yang lalu sampai sekarang. Ningsih dibayar 225 ribu perbulan dari Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah. “ deng kadeng e mberik pak lurah, mas. 50 ebuh kadeng 100 ebuh kanggui mba tambah blenjeh (red-kadang-kadang pak lurah member 50 ribu, kadang 100 ribu untuk tambahan uang belanja )“. Kata Ningsih lugu. Alasan Ningsih bertahan dengan gaji sekecil itu sederhana, kerjanya tidak berat, hanya sekedar mencatat buku yang dipinjam dan pengembalian buku pinjaman. Sabtu-Minggu libur. Dirinya bisa santai sambil menjaga bayinya, sehingga asupan ASI Ekslusif untuk bayinya selalu lancar. 

KONSOLIDASI JURNALIS WARGA, KAWAL PELAYANAN PUBLIK

KjW Probolinggokab – Komunitas Jurnalis Warga Kabupaten Probolinggo menggelar pertemuan dalam rangka konsolidasi untuk mengawal, melakukan advokasi dan publikasi terkait pelayanan publik di Kabupaten Probolinggo. Pertemuan para kuli tinta itu di gelar secara sederhana dan gayeng di Kantor Sekretariat Lembaga Bromo Institute (21/08). Dalam pertemuan tersebut dibahas tentang rencana tindak lanjut program Komunitas Jurnalis Warga Kabupaten Probolinggo.

GUS DUDUNG : GERAKAN ADVOKASI LP3KP BELUM PUNYA WARNA

KjW Probolinggokab – Gerakan advokasi Lembaga Pemerhati Pelayanan Publik Kabupaten Probolinggo (LP3KP) mendapat kritik pedas dari KH. M. Baiduri Faisal atau Gus Dudung – keluarga dalam Ponpes Zainul Hasan Genggong ini. Kyai nyentrik ini menguliti satu persatu ketidakberdayaan LP3KP, mulai warnanya yang belum jelas, eksistensinya yang belum dirasakan, gregetnya yang belum Nampak, sampai kepada alamat kantor pusatnya yang belum ada. “ padahal kita tahu bahwa LP3KP ini adalah representasi dari perwakilan penyedia dan pengguna pelayanan publik. Sebut saja, MSF (Multi Stake Holder Forum) bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan dan Forum Pengusaha. Ada PGRI (Persatuan Guru RI), ada KPMP Kabupaten Probolinggo, ada Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, bahkan punya Forum Kabupaten Probolinggo Sehat, Badan Penyantun Puskesmas, dan yang terakhir ada Komunitas Jurnalis Warga, luar biasa !” kata Gus Dudung setengah menyindir.

Surat Ijin Usaha Perdangan (SIUP) ”Katanya Mahal dan Bayar”



Probolinggo-Dringu 24/08, Acara Sosialisasi tata cara pengurusan ijin SIUP, Tanda Daftar Perusahaan (TDP) bagi UMKM Kabupaten Probolinggo oleh Kantor Penanaman Modal dan Perijinan di hujani pertanyaan dari peserta. Banyaknya pertanyaan yang melebihi kesepakatan dari jatah moderator itu membuktikan peserta begitu antusias mengikuti acara sosialisasi tersebut.  Salah satu pertanyaan yang  dari Sulaiman Bantaran mengundang gelak tawa peserta lainnya, “dalam pengurusan SIUP katanya mahal dan bayar, apa benar?” logat kas madura.

Jumat, 15 Agustus 2014

BIMTEK KURIKULUM 2013 4 HARI, DISULAP JADI SEHARI

Probolinggokab, JW Komunitas – Bimbingan Teknis Kurikulum 13 digelar di Ruang Laboratorium Bahasa MTs. Zainul Irsyad Desa Warujinggo Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo (13/08). Berbagai permasalahan muncul dalam sesi diskusi, mulai dari buku petunjuk teknis K13, buku penunjang pembelajaran yang belum terdistribusi ke sekolah , kesiapan siswa, kesiapan guru dan kesiapan sekolah yang masih rendah menjadi PR besar bagi semua civitas MTs. Zainul Irsyad Leces Kabupaten Probolinggo. “ memang berat merangkum materi bimbingan teknis K13 dalam 1 hari kegiatan, seharusnya 3-4 hari “ kata Ustadz Musyafi’ pemateri Bimtek K13. 

DISPERINDAG TURUN GUNUNG “ UKM KAGET “

Probolinggo, Komunitas JW – Rombongan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Probolinggo, didampingi Kasie Perekonomian Kecamatan Dringu dan Perangkat Desa mengunjungi Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) Desa Dringu, Blok Pesisir (15/08). Rata-rata pengusaha Kripik Usus yang kedatangan tamu dadakan tersebut , kedatangan Disperindag Kabupaten Probolinggo sejatinya melakukan survey Kelompok UKM yang potensial untuk dilakukan pembinaan. “ kami mendapat instruksi langsung dari Kepala Dinas, untuk melakukan survey dan berdialog dengan Kelompok UKM mengenai kebutuhan mereka, intinya kami siap membantu “, kata Anjar Kabid Industri Disperindag. Ada 4 (empat) kelompok UKM Kripik Usus, yang eksis memproduksi kripik usus ayam di Blok Pesisir Desa Dringu Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. 

HAMPIR MATI DIPANAH SEPARATIS PAPUA MERDEKA, PULANG KAMPUNG BUKA USAHA KRIPIK USUS

Probolinggo, JW Komunitas – menjadi seorang ayah dengan 2 (dua) orang anak menuntut Slamet (33 Tahun) harus merantau ke Papua, konon penghidupan sebagai “ tukang ojek “ sangat menjanjikan penghasilan besar. Bahkan bisa tembus 400 ribu perhari. Dengan tekad membaja Slamet berangkat ke Papua bermodal hasil penjualan kambing piaraannya. Bukan penghasilan besar yang didapat Slamet tetapi justru nyawanya hampir saja melayang karena dikejar Separatis Papua Merdeka, untung saja dia bisa meloloskan diri ke tempat aman. Hanya bertahan 3 bulan Slamet kembali ke kampung halamannya, Pesisir Dringu Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.

KALI “BOKONG” WC TERPANJANG DI KABUPATEN PROBOLINGGO

Kabupaten Probolinggo- Sepanjang sungai pekalen yang mengalintasi Kecamatan Maron, Banyuanyar serta Tegal siwalan dikenal dengan sebutan Kali Bokong. Sungai yang berdampingan dengan jalan raya antar kecamatan tersebut dipergunakan sebagian masyarakat sekitar untuk Mandi, Cuci, Kakus (MCK). Mudah sekali menemukan masyarakat yang melakukan MCK disungai terutama pada pagi hari dan sore hari, bukan hanya manusia hewan peliharaan seperti sapi juga di mandikan disungai.

Selasa, 22 Juli 2014

PENJAGA LOKET “HILANG” PASIEN TERABAIKAN

Probolinggo, Jurnalis Warga – Petugas loket Puskesmas Krucil sering meninggalkan tempat (23/06). Hal tersebut berakibat pada lemahnya pelayanan pada pasien yang melakukan registrasi. Sawi (50) pasien asal Desa Krucil mengeluhkan lambatnya pelayanan loket. Menurut Murdiyanto, petugas poli gigi bahwa terjadinya kekosongan petugas loket diakibatkan adanya dobel job. “ selain menjadi petugas loket terkadang juga harus menjadi sopir ambulan mas “ tegas Murdiyanto.

PUSKAKOM SURABAYA ‘LAHIRKAN’ JURNALIS WARGA KABUPATEN PROBOLINGGO ANGKATAN KEDUA

Kecamatan Krucil (23/05), Pusat Kajian Komunikasi (PUSKAKOM) Surabaya selaku OMP dari program kerjasama Pemerintah Kabupaten Probolinggo dengan KINERJA-USAID secara resmi melantik 10 personil Jurnalis Warga (JW). Pelantikan tersebut disampaikan oleh Yayan Sakti Suryandaru ditengah-tengah pelatihan JW hari kedua, “hari ini saya memBai'at kalian menjadi Jurnalis Warga” tegasnya.

Pelatihan yang dilaksanakan di Puskesmas Kecamatan Krucil ini diikuti oleh 10 peserta, yang terdiri dari berbagai warga Kabupaten Probolinggo. di Puskesmas ini peserta langsung mengaplikasikan materi yang sudah diterima sebelumnya. Akan tetapi sebelum peserta masuk ke Puskesmas, Yayan Sakti Suryandaru memberikan pengarahan dalam mencari angle (sudut pandang. red) berita. 

Tanpa satupun peserta yang tidak melakukan wawancara di Puskesmas tersebut, peserta menyebar keseluruh bagian Puskesmas, mereka mewawancarai apapun yang ditemui termasuk Bidan, Perawat, petugas loket, ahli gizi, bahkan tidak segan-segan mewawancari pasien. Ungkapan salah satu peserta saat ditanya bagaimana perasaan melakukan wawancara dengan pasien, wahyudi menjawab,”senang bisa melakukan wawancara sehingga bisa menggali informasi dari pasien sehingga bisa tau bagaimana perasaan pasien mendapatkan pelayanan di Puskesmas ini” ucapnya.

Bukhari selaku Fasda (Fasilitator daerah) menyampaikan,” peserta kali ini antusias sekali dalam mengikuti acara, terbukti mereka mengikuti acara dari awal sampai selesai, saya berharap setelah pelatihan ini JW tetap semangat berkarya dan menyebarkan virus-virus JW di Kabupaten Probolinggo” harapnya. Acara pelatihan JW ini berakhir pada jam 17.00 WIB  ditutup dengan foto bersama. (Setiyo/ JW)