Letaknya
tidak begitu jauh dari terminal Bayuangga, Bangunannya tidak begitu
mewah, akan tetapi dari sana terpancar aura teduh bagi setiap orang yang
berkunjung, hal ini dikarenakan cat berwarna hijau yang mendominasi
serta rimbunnya pepohonan. ramahnya pelayanan membuat saya begitu
tertarik untuk lebih tau lagi setiap sudut Puskesmas ini. Beruntung pada
hari itu (01/05) saya berkesempatan untuk bertemu langsung dengan
Kepala Puskesmas, dr. Hariawan D.T, M.MKes. Sosoknya yang begitu murah
senyum membuat saya dan beberapa teman merasa nyaman untuk berdialog dg
beliau.
Puskesmas
Sumberasih, terus – menerus berinovasi untuk peningkatan pelayanan
publik. Kali ini, Puskesmas membentuk Tim khusus yang bertugas untuk
melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pelayanan puskesmas selama jam
buka atau disebut MOD (Manager On Duty). Mereka yang ditunjuk sebagai
MOD bergiliran tiap harinya. Biasanya petugas yang hari itu mendapatkan
tugas sebagai MOD memakai pakaian khusus berwarna hitam dan menyematkan
pin khusus bertuliskan “MANAGER ON DUTY”.
MOD bertugas untuk
memonitoring produk/pelayanan yang tidak sesuai standar serta menangani
keluhan pasien. MOD melakukan pengawasan dengan cara berkeliling ke tiap
ruang pelayanan kesehatan dan selalu memantau berfungsinya
sarana-prasarana penunjang pelayanan
kesehatan. “Setiap dua jam sekali, kebersihan kamar mandi selalu
dipantau oleh MOD. Jika kamar mandi kotor maka MOD akan segera melapor
ke petugas kebersihan”, demikian tutur dr. Hariawan Dwi Tamtomo, MM, Kes
, selaku Kepala Puskesmas Sumberasih.
Probolinggo
13/05/2013- Jurnalis Warga (JW) Kabupaten Probolinggo saat ini sudah di
dukung oleh media mainstream (media arus utama) yang berada di Kota dan
Kabupaten Probolinggo. Dukungan tersebut disampaikan dalam acara
pertalian kerjasama antara JW dengan media mainstream yang di adakan
oleh PUSKAKOM Surabaya di kantor KINERJA hari ini. Pada awal pembukaan
disampaikan oleh pak Yayan Sakti bagaimana JW KAB PROB ini terbentuk
mulai dari mengidentifikasi, pelatihan, pendampingan serta menunjukan
karya-karya JW yang sudah terbit. “ harapan saya hasil karya JW ini bisa
dimuat di media mainstream”, tutur pak yayan sakti yang menjabat
sebagai program manager PUSKAKOM Surabaya ini.
Probolinggo,
Jurnalis Warga – Hinder Ordonantie / HO (Ijin Gangguan) menjadi momok
yang menakutkan bagi pelaku dunia usaha, terutama UMKM (Usaha Mikro
Kecil Menengah), pasalnya HO (Ijin Gangguan) dikondisikan ikut dalam
pengurusan Ijin Bebas Retribusi. Sesuai UU No. 28 Tahun 2009, Tentang
Pajak dan Retribusi Daerah. Ijin Bebas Retribusi (Ijin Gratis), seperti
Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Ijin
Usaha Industri (IUI), Ijin Usaha Jasa Kontruksi (IUJK), Ijin Perusahaan
Peternakan Daerah (IPPD), Tanda Daftar Peternakan rakyat, dan Surat
Ijin Usaha Perikanan. Pun menyangkut Ijin Dengan Retribusi, seperti Ijin
Mendirikan Bangunan (IMB), Ijin Hiburan (Bilyard, Cafe, Playstation dan
Karaoke), Ijin Penambangan bahan Galian (IPR), Ijin
Pendirian/Operasional Supermarket dan sejenisnya, Surat Penangkapan
Ikan, Surat Pengolahan Ikan, Surat Budidaya Ikan, Ijin Usaha Hotel dan
Sejenisnya dan Surat Ijin Usaha Rumah Makan (SIURM), Ijin Reklame, Ijin
Pengendalian Telekomunikasi dan Ijin Gangguan (HO).